Apakah Anda diantara Anda yang merupakan mahasiswa rantau? Artinya adalah mahasiswa yang mengejar pendidikannya di kota maupun wilayah berbeda dari tempat mereka dilahirkan atau dari rumah mereka. Menjadi mahasiswa rantau sangat sulit apalagi kalau tentang mengelola keuangan. Biasanya orang tua akan memberikan uang saku bulanan yang digunakan untuk mengurus segala macam kebutuhan pendidikan dan kuliah termasuk dengan biaya kos dan yang lainnya.
Metode Tepat Untuk Mahasiswa di Perantauan Bisa Mengelola Keuangan
Namun karena sering hidup dengan orang tua, mahasiswa rantau cenderung akan sulit mengatur keuangan mereka apalagi ketika masih pertama kali kuliah. Tentu saja Anda tidak mungkin sedikit-sedikit menghubungi orang tua dan meminta uang karena habis. Anda sudah mulai harus bisa mengelola keuangan sehingga bisa sampai akhir bulan hingga waktunya menerima uang bulanan lagi. Mulai belajar mengaturnya sejak dini akan membantu Anda di masa depan nanti dan berikut ini caranya antara lain:
- Menentukan dulu tujuan uang bulanan Anda
Ketika Anda sudah mendapatkan uang bulanan dari orang tua Anda, maka hal yang harus Anda perhatikan adalah tujuan uang bulanannya. Anda harus membagi uang tersebut sesuai dengan posnya masing-masing. Contohnya listrik di kos setiap bulan, membayar uang kos bulanan, untuk membeli buku dan semua hal berkaitan dengan perkuliahan, untuk makan dan sebagainya. Jangan lupa pula kalau Anda harus menabung dan menyisihkan uang itu sehingga bisa digunakan kalau ada hal darurat. Jadi Anda tidak boleh menghabiskannya semua karena orang tua juga berkeinginan anaknya bisa mengatur keuangan sendiri.
- Menjalani hidup yang lebih murah
Bahkan meskipun Anda adalah anak orang kaya, sebaiknya jangan menghamburkan uang bulanan itu tanpa pikir panjang. Anda harus menjalani hidup murah sehingga bisa hemat hingga akhir bulan dan waktunya mendapatkan suntikan dana lagi dari orang tua. Contohnya daripada harus laundry, lebih baik Anda mencuci pakaian sendiri. Jika ada dapur di dalam kos atau kontrakan, maka Anda bisa memasak sesekali sehingga bisa dikonsumsi untuk beberapa kali. Jika kos Anda dekat dengan kampus, daripada naik kendaraan sendiri atau ojek online, sebaiknya jalan kaki karena lebih sehat. Bawa air minum sendiri daripada harus selalu membeli karena lebih hemat. Kebiasaan seperti ini akan memberikan dampak baik untuk keuangan.
- Mulai mencari pemasukan sampingan
Banyak sekali pekerjaan part-time yang bisa dilakukan oleh mahasiswa ketika mereka sedang senggang ataupun mereka yang bisa membagi waktu dengan baik. Contohnya Anda bisa menjadi barista di cafe, Anda bisa menjadi pelayan di restoran atau cafe, bisa juga menjadi guru les anak sekolahan, menjadi kasir atau pekerjaan lainnya. Meskipun terlihat sederhana, pemasukan yang bisa Anda dapatkan juga lumayan dan siapa tahu Anda bisa mengurangi beban orang tua sehingga mereka tidak mengirimkan uang dengan nominal yang sama dan bisa lebih kecil karena Anda mulai mandiri.
- Jangan suka gengsi dan ikut-ikutan teman lainnya
Jangan pernah ikut-ikutan gaya hidup teman lainnya dan gengsi merasa takut tidak memiliki teman karena tidak bisa mengikuti gaya hidup mereka atau tidak memiliki apa yang mereka punya. Uang bulanan mereka jangan disamakan dengan milik Anda. Setiap orang punya limit tersendiri. Jika Anda hidup merantau dan mengikuti gaya hidup saja, maka uang Anda dijamin akan habis sebelum waktunya.
Orang tua bekerja keras untuk memberikan uang saku kepada anaknya yang sedang merantau dan mengejar pendidikan. Jadi Anda sebagai mahasiswa dan anak, sebaiknya mulai tahu cara mengelola keuangan yang baik. Anda juga tidak akan berhutang pada teman karena belum dapat kiriman.



